Jumat, 06 Agustus 2010

"Kembali ke kitabku....


tercampak di rentang waktu yang panjang
kau bersembunyi dibalik bayang2 kelam
kucari lentera hati agar selalu yakinkan diri
bahwa sebenarnya engkau selalu hadir
menyelimuti hatiku yang dingin dan hampa
hanya rasa yg dapat ku nikmati...

dimana syurga yang kuimpikan..?


Malam hening kubuka kitab suciku

yang hampir terlupakan oleh sang waktu
merinding dan mengelinding butir bening mataku
rinduku semakin mengoyak hasratku
kaulah Rasulku, kaulah guruku.

|didi-OMT| 6 agust 2010|

Selasa, 03 Agustus 2010

::Persiapan untuk menyambut R-a-m-a-d-h-a-n ::


Pertanyaan :
Assalamu’alaikum wr wb.
Sebentar lagi kita... akan memasuki bulan Ramadhan. Persiapan-persiapan apakah yang mesti kita lakukan untuk menyambutnya?.

Jawaban :

Memang benar, sebagian besar diantara kaum muslimin ketika menyambut datangnya bulan ramadhan hampir tidak punya persiapan sama sekali. Sehingga mereka merasakan bulan ramadhan sama dengan bulan-bulan lainnya, tak merasakan istimewanya sama sekali. Bahkan banyak juga di antara kita yang malah merasa terbebani. Naudzubillah min dzalik. Seringkali kita juga tidak tahu tentang hukum-hukum syara’ terkait bulan ramadhan. Akhirnya banyak kita dapati banyak orang Islam yang melanggar hukum-hukum syara’ di bulan ramadhan. Oleh karena itu agar kita bisa mengisi bulan ramadhan dengan amalan ibadah secara maksimal, maka kita harus melakukan persiapn-persiapan. Minimal kita harus melakukan lima persiapan, yaitu persiapan nafsiyah, tasaqafiyah, jasadiyah, maliyah dan mempersiapkan anggota keluarga,
termasuk anak-anak.

1. Persiapan Nafsiyah
Persiapan nafsiyah maksudanya menyambut datangnya bulan ramadhan dengan hati gembira bahwa ramadhan telah datang sebagai bulan untuk taqarub kepada Allah Swt. Sehingga pada bulan ini kita akan berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas ibadah dan meraih derajat tertinggi di sisi Allah swt. Salah satu cara untuk mempersiapkan jiwa dan spiritual untuk menyambut ramadhan adalah dengan jalan melatih dan memperbanyak ibadah di bulan-bulan sebelumnya (minimal di bulan sya’ban), sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra: “Belum pernah Rasulullah Saw berpuasa (sunah) di bulan-bulan lain, sebanyak yang ia lakukan di bulan sya’ban.” (HR. Muslim)

2. Persiapan Tsaqafiyah (Ilmu)
Untuk meraih amalan di bulan ramadhan secara maksimal maka diperlukan
pemahaman yang mendalam tentang fiqh puasa. Oleh karena itu, persiapan
tsaqafiyah tidak kalah penting bagi seseorang untuk mendapatkannya.
Sebab dengan memahami fiqh puasa dengan baik seseorang akan memahami
dengan benar mana perbuatan-perbuatan yang dapat merusak nilai puasanya
dan mana perbuatan yang dapat meningkatkan nilai dan kualitas puasanya.
Karenanya kita harus terus menambah tsaqafah kita tentang fiqh shiyam.


3. Persiapan Jasadiyah
Tak dapat dipngkiri bahwa aktifitas ramadhan banyak memerlukan kekuatan fisik. Misalnya untuk puasa, qiyamullail, membaca al-Quran dan berbagai macam ibadah lainnya. Dengan kondisi fisik yang prima kita dapat melakukan ibadah tersebut tanpa terlewatkan sedikitpun. Karena jika kondisi fisik tidak baik, maka kemungkinan besar kita tidak akan melakukan amalan ramadhan dengan maksimal, bahkan akan terlewatkan sia-sia. Padahal amalan di bulan ramadhan tak dapat digantikan dengan amalan di bulan-bulan yang lain. Oleh sebab itu, sebaiknya kita menyiapkan kondisi fisik dari jauh-jauh hari sebelum ramadhan.


4. Persiapan Maliyah (Keuangan)
Persiapan keuangan bukanlah untuk membeli pakaian baru di hari lebaran atau menyiapkan bekal untuk pulang kampung. Yang dimaksud dengan persiapan keuangan adalah menyiapkan dan mengatur keuangan untuk berinfak, sedekah dan membayar zakat. Imam Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits:“Rasulullah pernah ditanya, ‘Sedekah apakah yang paling utama?
Beliau menjawab, “Seutama-utamanya sedekah adalah sedekah di bulan ramadhan”.


5. Persiapan Untuk Anak-anak
Jangan lupa, selain menyiapkan diri sendiri, kita juga harus menyiapkan anggota keluarga. Termasuk anak-anak kita yang masih kecil dan baru akan belajar puasa. Sebab mengantarkan anak untuk berpuasa dan memahami maksudnya bukanlah pekerjaan yang mudah. Kesuksesan
mengkondisikan anak memerlukan persiapan sejak jauh hari. Oleh karena itu orang tua harus merancang pola pendidikan terbaik untuk putra-putrinya selama bulan ramadhan. Misalnya melalui cerita dan mainan, membangun suasana keluarga yang kondusif, menyusun menu makanan yang bergizi dan mengajak sahur bersama keluarga. Demikianlah, secara ringkas, persiapan-persiapan yang hendaknya kita lakukan untuk menyambut datangnya bulan ramadhan. Jika persiapan itu kita lakukan secara optimal, maka kita akan menjalankan ibadah ramadhan dengan khusyu’ dan optimal pula. Semoga kita mampu meraih derajat taqwa.
Amin ya mujibassailin. [suara-islam]

Senin, 02 Agustus 2010

TIPS HOW TO OTHERS groove:::

"What people should be" in the union even if the person
can say is appreciation, attention, and
support.
1. Appreciation
Gifts ...
This is very important ". Provide sincere appreciation and easily, so impressed with our people. An essential part of this gift is a "human", making others in the highest places. Give a gift to that person, employees, partners, managers, teachers, sanitation services, the office keeper, and so forth.
2. Careful
When talking with other people who can make us happy is incurred. reverse is also true in our speaker. If others see when we talk, it will be better prepared to speak, but if others do not look left or right of the screen we are facing, we are sure to feel upset and even terminate the conversation.
Enter the name of others by right, to express concern for her birthday is a way to express our concerns towards others.
3. Support
Following what was not meant for providing material support such as money or valuable, but a word. compliments A can
is the support when we gave encouragement to others who might have their hearts were broken, failed exams, and so on.
Generating enthusiasm for other people is important, we can follow the wishes of the people, as a streaming media berfikirnya with positive expression. Who would not want to talk to someone who was always full of complaints, slander, verbal abuse and said that could make the red ear. But what if we do not know how to say things that can please others, is silent and hear what he says with great concern. This is praise that can provide people.

Labels