Minggu, 15 Agustus 2010

۩۞۩ Menghormati Ibu Kita dan juga Menghormati Allah ۩۞۩

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
۩۞۩ MENGHORMATI IBU KITA DAN JUGA MENHORMATI ALLAH۩۞۩
Rasulullah sudah yatim sejak dilahirkan, karena ayahnya wafat ketika ia masih dalam kandungan ibunya. Dalam usia enam tahun, kepedihannya bertambah setelah ibunya wafat menyusul ayahnya. Muhammad kecil diasuh oleh kakek, kemudian berpindah lagi kepada pamannya, Abu Thalib.

Meskipun hanya beberapa tahun berada dalam dekapan ibunya, Rasulullah merasakan benar kasih sayangnya. Kenangan manis bersama ibunda sangat membekas, melahirkan sifat kasih dan hormat, terutama kepada kaum ibu. Kepada ibu-ibu yang pernah menyusuinya, beliau memberikan penghormatan dan penghargaan yang setingi-tingginya.

Dalam Sunah Abu Daud, diriwayatkan dari Abu Thufail ra, katanya: "Aku pernah melihat Nabi saw sedang membagikan daging di al-Ji'ranah, tiba-tiba ada seorang perempuan datang sampai dekat kepada Nabi saw, lalu beliau menghamparkan mantelnya untuk perempuan itu. Maka ia duduk di atasnya. Lantas aku bertanya, `siapakah perempuan itu?' Para sahabat menjawab, `ia adalah ibu beliau yang pernah menyusuinya.'

Islam memberikan perhormatan dan kedudukan yang amat tinggi kepada para ibu, sampai sampai disebut bahwa "surga berada di telapak kaki ibu". Seseorang yang menghormati ibunya akan ditempatkan di surga, sementara anak yang mendurhakai ibunya akan ditempatkan pada posisi yang hina.

Adalah Umar bin Khaththab seorang anak yang sangat hormat kepada ibunya, sampai dalam masalah yang sekecil-kecilnya. Dalam hal makan, misalnya, ia tidak pernah makan mendahului ibunya. Ia bahkan tak berani makan bersama-sama dengan ibunya, sebab ia khawatir akan mengambil dan memakan hidangan yang tersedia di meja, sementara ibunya menginginkan makanan tersebut. Baginya, seorang ibu telah mendahulukan anaknya selama bertahun-tahun ketika sang anak masih kecil dan lemah.

Kasih ibu tak pernah terbalas oleh apapun juga. Yang bisa dilakukan anak hanyalah memberi penghormatan dan pelayanan, terutama ketika mereka sudah tua dan dalam keadaan lemah. Dalam hal ini Rasulullah mengingatkan kaum muslimin, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim, beliau bersabda:

Dari Abu Hurairah ra, katanya, Rasululah saw bersabda, "Hidungnya harus direndahkan ke tanah, hidungnya harus direndahkan ke tanah, hidungnya harus direndahkan ke tanah." Beliau ditanya: "Ya Rasulullah, siapa?" Jawabnya, "Orang yang mendapatkan kesempatan baik untuk membantu kedua orang tuanya di masa tuanya, baik salah satunya maupun kedua-duanya, tetapi ia gagal mendapatkan dirinya masuk surga."

Dengan alasan apapun, orang tua, terutama ibu harus mendapatkan penghormatan dan pelayanan yang utama. Sesibuk apapun, sesulit apapun, ibu harus tetap dihormati dan dilayani. Ketika ia memanggil, maka pangilannya harus segera dijawab. Yang menghalangi panggilan ibu untuk tidak dijawab hanya satu, yaitu ketika seseorang sedang menjalankan shalat fardhu. Di luar itu, semua panggilan ibu harus dijawab. Misalnya, seorang yang sedang mengerjakan shalat sunnah, tiba-tiba sang ibu memanggil, maka panggilan ibu hendaknya dipenuhi terlebih dahulu. Shalat sunnah untuk sementara dibatalkan, untuk memenuhi panggilan ibu.

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi anak mengabaikan panggilan ibunya. Ketika sang ibu menahan rindu kepada anaknya, sedang ia menelpon agar anaknya pulang, maka anak yang shalih akan mengusahakan dengan segenap daya untuk memenuhi panggilannya. Apalagi jika sang ibu sedang sakit atau sedang membutuhkan bantuan.

Dalam satu hadits yang amat panjang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasululah menceritakan:

"... Juraij adalah seorang ahli ibadah, lalu ia membuat biara agar ia dapat lebih tenang beribadah. Tiba-tiba datang ibunya sedang ia masih tengah melakukan shalat, lalu sang ibu memanggil: `hai Juraij!' Kemudian Juraij berkata (dalam hati), `Wahai Rabbi, kupenuhi panggilan ibuku atau aku tetap melaksanakan shalat?' Maka ia pun melanjutkan shalatnya, sampai ibunya berpaling. Esok harinya, sang ibu datang kembali sedang ia masih dalam keadaan shalat, kemudian sang ibu memanggil, `Hai Juraij!' Maka berkalah ia (dalam hatinya), `Ya Tuhanku, ibuku atau shalatku?' Maka ia pun melanjutkan shalatnya. Kemudian pada esok harinya sang ibu datang kembali, sedang ia masih shalat, lalu sang ibu memanggilnya, `Hai Juraij!' Ia pun berkata (dalam hatinya), `Ya Allah, ibuku atau shalatku?' Ia pun melanjutkan shalatnya. Maka ibunya berdo'a, `Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia sebelum ia melihat wajah pelacur!" Maka kesohorlah nama Juraij di kalangan Bani Israil sebagai seorang ahli ibadah."

"Kemudian ada seorang pelacur yang terkenal kecantikannya bersumpah, jika kalian setujui, aku akan menggodanya. Lalu perempuan itu menampakkan diri di hadapannya tetapi sama sekali Juraij tidak memperhatikannya. Kemudian pelacur itu mendatangi seorang pengembala kambing yang tinggal di biara Juraij untuk digodanya sehingga terjadilan perbuatan mesum sampai ia hamil. Setelah perempuan itu melahirkan, ia berkata `Anakku ini adalah hasil hubunganku dengan Juraij.' Maka orang-orang berdatangan ke tempat Juraij, kemudian ia diturunkan dari biaranya, kemudian biara itu dihancurkan.

Juraij bertanya, "Mengapa kalian berbuat seperti ini?"

Orang-orang itu menjawab, "Sebab engkau telah berbuat mesum dengan pelacur itu hingga ia melahirkan anak dari hasil hubungan gelapnya denganmu!"

"Mana bayi itu?" tanya Juraij kemudian bertanya kepada si bayi, "Hai bayi, siapakah ayahmu?" Aneh bin ajaib tiba-tiba bayi itu bisa berkata, "Si Fulan, seorang pengembala kambing."

Atas kejadian itu masyarakat merangkul Juraij, menciumnya, serta mengelus-elus badannya seraya mereka berjanji, "Kami akan membangun biaramu dari emas." Juraij berkata "Tidak, kembalikan saja sebagaimana semula terbuat dari tanah liat." Maka merekapun kembali membangun biaranya... (HR. Bukhari dan Muslim)

Nukilan hadits panjang dalam Shahih Bukhari dan Muslim itu merupakan pelajaran bagi ummat Muhammad agar mereka senantiasa menghormati dan memenuhi panggilan ibunya. Sekalipun untuk tujuan ibadah, mengabaikan panggilan ibu merupakan kesalahan yang bisa fatal akibatnya. Jika seorang ibu sampai sakit hati, lalu ia berdo'a, maka do'a itu langsung menuju ke `Arsy dan diterima Allah. Untung jika do'anya baik, tapi kalau sang ibu berdo'a untuk kecelakaan anaknya, maka bisa fatal akibatnya.

Juraij adalah contohnya, sekiranya ia sejenak menemui ibunya, membatalkan shalat sunnahnya, fitnah itu tak akan pernah sampai dialaminya. Akan tetapi karena ia mengabaikan panggilan ibunya, maka fitnah sebagaimana yang diharapkan ibunya akhirnya menimpanya. Untungnya si bayi mendapat mu'jizat berupa kemampuan untuk berkata sehingga bisa menunjuk seseorang sebagai ayahnya. Jika tidak, bukan saja biaranya yang dirusak massa, tapi juga dirinya.

Kisah Juraij di atas mengingatkan kita pada seorang sahabat yang bernama al-Qomah. Ketika sakaratul maut ia menghadapi masalah besar, seolah Malaikat mempermainkan nyawanya. Merasa iba terhadap nasib al-Qomah, Rasululah kemudian memanggil ibunya agar ia mau datang menemui anaknya dan memaafkan kesalahan. Setelah sang ibu memaafkan, maka lancarlah kematiannya.

Dalam ajaran Islam, tidak bersegera memenuhi pangilan ibu sudah tercatat sebagai dosa, bahkan sekadar berkata "uugh" kepada orang tua, sudah tergolong perbuatan durhaka. Apalagi membentak, apalagi melakukan kekerasan kepadanya. Durhaka kepada orang tua, terutama ibu merupakan dosa besar setelah syirik kepada Allah. Bahkan dosa ini tergolong dosa yang tak terampuni. Dalam Sya'bul Iman dikisahkan bahwa Abu Bakrah ra, berkata, Rasulullah saw bersabda: "Semua dosa akan diampuni oleh Allah ta'ala di antaranya yang Dia kehendaki, kecuali perbuatan durhaka kepada kedua orang tua. Sesunguhnya perbuatan ini dapat mempercepat kehidupan pelakunya sebelum ia mati.".
/ link Solekha/

۩۞۩♥ Waktumu dan Waktuku ♥۩۞۩

سْــــــــــــمِ اﷲِالسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sahabat My Traveling smua, Salam hangat dan Smangat slalu.

Disini aku cuba menrekontruksi beberapa jabaran tentang penting dan bermaknanya waktu yang terkadang kita lupa untuk memanfaatkannya dengan baik, kadang kita hanya terbawa urusan yg tak penting, kadang membiarkannya berlalu tanpa ada hal yang bermakna dapat kita peroleh. "Sungguh hal yang sia - sia bukan..?.

Ditulisanku ini aku cuba mengumpulkan beberapa bermaknanya waktu buat seseorang::>>

1. waktu satu tahun, karena menghargai dan memaksimalkan waktu makanya buat adek2 mahasiswa dapat meraih IP tertinggi, karyawan yang berubah status menjadi karyawan tetap atau kenaikan pangkat

2. Waktu satu Bulan, sehingganya bisa melewati masa2 sulit hingga berhasil untuk melankah ke bulan berikutna

3. Waktu satu Hari, buat seorang peserta tes yang harus kecewa tak lolos karena penerbangannya ke daerah tujuan teting terpaksa Delay.

4. Waktu setengah hari, Seorang kandidat dlm Pilkada berhasil maju jadi pemimpin dan yang kalah terpakasa gagal setelah menjalani beberapa pengorbanan

5. Waktu 90 menit , sebuah tim sepak bola terpaksa menangis karena kecewa tak lolos ke Juara

6. Waktu 5 menit, ditinggak kereta api / kendaraan yang menyebabkan sesorang bersyuur terhindar dari kecelakaan maut

7. waktu sepersekian detik, seorang atlit berhasil memenangkan pertandingan lari, berenang dll.

Jadi menurut aku Waktu benar2 sangat berharga bagi sesorang yang benar2 paham dan ingin berfikiran maju.Apakah kita termasuk orang2 yang mana???? ...mengabaikan waktu atau ,..?? ha..ha..ha.., tapi dengan coretan tulisan yang simple ini smoga aja kita mampu memanfaatkan waktu sebaik mungikn agar Visi dan misi serta Impian2 masa depan kita tercapai dengan mulus dan masuk kedalam kelompok Teman2 sukses,.

۩۞۩♥❤☀-.¸¸.•❤•.¸¸.•♪♫•*¨*•۩۞۩

Wassalam,

| didi-orangemtraveking| 6 Agust 10|

❤☀-.¸¸.•❤•.¸¸.•♪♫•*¨*•


waktuku & waktumu
Menang selisih waktu finish sepersekian detik
Kalah selisih waktu finish sepersekian detik
Kereata Api jatuh
Peasawat Delay...
Naik pangkat Nih
SUKSES DI TANGGA TERTINGGI

Senin, 09 Agustus 2010

Selamat berpuasa, Mohon Maaf Lahir & Bathin

"DIDI-Orangemytraveling mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Ramadhan kepada smoa sobat sesama moeslim,..
Mari kita renungkan pesan Rasulullah & do'a yang mengagungkan Bulan Ramadhan"..!!

Para ulama sholeh terdahulu senantiasa mengkonsentrasikan diri menyambut Ramadhan dengan penuh keseriusan. Rasulullah s.a.w. pernah berpesan kepada umatnya :”Akan segera datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan. Allah s.w.t. bersama kalian pada bulan itu, maka diturunkanlah rahmat, diampuni dosa-dosa dan dikabulkan do’a dan permintaan. Allah melihat kalian berlomba-lomba dalam kebaikan, lalu diikutkan bersama kalian malaikat-malaikat. Maka tunjukkanlah kepada Allah kebaikan diri kalian, sesungguhnya orang yang rugi adalah mereka yang tidak mendapatkan rahmat Allah”. Dalam al-Quran juga ditegaskan : “Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu dari ketakwaan hati. Adapun Doa menyambut ramadhan yaitu: Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa balighna Ramadhan Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab, Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan (HR. Ahmad dan Thabrani).

Jumat, 06 Agustus 2010

"Kembali ke kitabku....


tercampak di rentang waktu yang panjang
kau bersembunyi dibalik bayang2 kelam
kucari lentera hati agar selalu yakinkan diri
bahwa sebenarnya engkau selalu hadir
menyelimuti hatiku yang dingin dan hampa
hanya rasa yg dapat ku nikmati...

dimana syurga yang kuimpikan..?


Malam hening kubuka kitab suciku

yang hampir terlupakan oleh sang waktu
merinding dan mengelinding butir bening mataku
rinduku semakin mengoyak hasratku
kaulah Rasulku, kaulah guruku.

|didi-OMT| 6 agust 2010|

Selasa, 03 Agustus 2010

::Persiapan untuk menyambut R-a-m-a-d-h-a-n ::


Pertanyaan :
Assalamu’alaikum wr wb.
Sebentar lagi kita... akan memasuki bulan Ramadhan. Persiapan-persiapan apakah yang mesti kita lakukan untuk menyambutnya?.

Jawaban :

Memang benar, sebagian besar diantara kaum muslimin ketika menyambut datangnya bulan ramadhan hampir tidak punya persiapan sama sekali. Sehingga mereka merasakan bulan ramadhan sama dengan bulan-bulan lainnya, tak merasakan istimewanya sama sekali. Bahkan banyak juga di antara kita yang malah merasa terbebani. Naudzubillah min dzalik. Seringkali kita juga tidak tahu tentang hukum-hukum syara’ terkait bulan ramadhan. Akhirnya banyak kita dapati banyak orang Islam yang melanggar hukum-hukum syara’ di bulan ramadhan. Oleh karena itu agar kita bisa mengisi bulan ramadhan dengan amalan ibadah secara maksimal, maka kita harus melakukan persiapn-persiapan. Minimal kita harus melakukan lima persiapan, yaitu persiapan nafsiyah, tasaqafiyah, jasadiyah, maliyah dan mempersiapkan anggota keluarga,
termasuk anak-anak.

1. Persiapan Nafsiyah
Persiapan nafsiyah maksudanya menyambut datangnya bulan ramadhan dengan hati gembira bahwa ramadhan telah datang sebagai bulan untuk taqarub kepada Allah Swt. Sehingga pada bulan ini kita akan berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas ibadah dan meraih derajat tertinggi di sisi Allah swt. Salah satu cara untuk mempersiapkan jiwa dan spiritual untuk menyambut ramadhan adalah dengan jalan melatih dan memperbanyak ibadah di bulan-bulan sebelumnya (minimal di bulan sya’ban), sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra: “Belum pernah Rasulullah Saw berpuasa (sunah) di bulan-bulan lain, sebanyak yang ia lakukan di bulan sya’ban.” (HR. Muslim)

2. Persiapan Tsaqafiyah (Ilmu)
Untuk meraih amalan di bulan ramadhan secara maksimal maka diperlukan
pemahaman yang mendalam tentang fiqh puasa. Oleh karena itu, persiapan
tsaqafiyah tidak kalah penting bagi seseorang untuk mendapatkannya.
Sebab dengan memahami fiqh puasa dengan baik seseorang akan memahami
dengan benar mana perbuatan-perbuatan yang dapat merusak nilai puasanya
dan mana perbuatan yang dapat meningkatkan nilai dan kualitas puasanya.
Karenanya kita harus terus menambah tsaqafah kita tentang fiqh shiyam.


3. Persiapan Jasadiyah
Tak dapat dipngkiri bahwa aktifitas ramadhan banyak memerlukan kekuatan fisik. Misalnya untuk puasa, qiyamullail, membaca al-Quran dan berbagai macam ibadah lainnya. Dengan kondisi fisik yang prima kita dapat melakukan ibadah tersebut tanpa terlewatkan sedikitpun. Karena jika kondisi fisik tidak baik, maka kemungkinan besar kita tidak akan melakukan amalan ramadhan dengan maksimal, bahkan akan terlewatkan sia-sia. Padahal amalan di bulan ramadhan tak dapat digantikan dengan amalan di bulan-bulan yang lain. Oleh sebab itu, sebaiknya kita menyiapkan kondisi fisik dari jauh-jauh hari sebelum ramadhan.


4. Persiapan Maliyah (Keuangan)
Persiapan keuangan bukanlah untuk membeli pakaian baru di hari lebaran atau menyiapkan bekal untuk pulang kampung. Yang dimaksud dengan persiapan keuangan adalah menyiapkan dan mengatur keuangan untuk berinfak, sedekah dan membayar zakat. Imam Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits:“Rasulullah pernah ditanya, ‘Sedekah apakah yang paling utama?
Beliau menjawab, “Seutama-utamanya sedekah adalah sedekah di bulan ramadhan”.


5. Persiapan Untuk Anak-anak
Jangan lupa, selain menyiapkan diri sendiri, kita juga harus menyiapkan anggota keluarga. Termasuk anak-anak kita yang masih kecil dan baru akan belajar puasa. Sebab mengantarkan anak untuk berpuasa dan memahami maksudnya bukanlah pekerjaan yang mudah. Kesuksesan
mengkondisikan anak memerlukan persiapan sejak jauh hari. Oleh karena itu orang tua harus merancang pola pendidikan terbaik untuk putra-putrinya selama bulan ramadhan. Misalnya melalui cerita dan mainan, membangun suasana keluarga yang kondusif, menyusun menu makanan yang bergizi dan mengajak sahur bersama keluarga. Demikianlah, secara ringkas, persiapan-persiapan yang hendaknya kita lakukan untuk menyambut datangnya bulan ramadhan. Jika persiapan itu kita lakukan secara optimal, maka kita akan menjalankan ibadah ramadhan dengan khusyu’ dan optimal pula. Semoga kita mampu meraih derajat taqwa.
Amin ya mujibassailin. [suara-islam]

Senin, 02 Agustus 2010

TIPS HOW TO OTHERS groove:::

"What people should be" in the union even if the person
can say is appreciation, attention, and
support.
1. Appreciation
Gifts ...
This is very important ". Provide sincere appreciation and easily, so impressed with our people. An essential part of this gift is a "human", making others in the highest places. Give a gift to that person, employees, partners, managers, teachers, sanitation services, the office keeper, and so forth.
2. Careful
When talking with other people who can make us happy is incurred. reverse is also true in our speaker. If others see when we talk, it will be better prepared to speak, but if others do not look left or right of the screen we are facing, we are sure to feel upset and even terminate the conversation.
Enter the name of others by right, to express concern for her birthday is a way to express our concerns towards others.
3. Support
Following what was not meant for providing material support such as money or valuable, but a word. compliments A can
is the support when we gave encouragement to others who might have their hearts were broken, failed exams, and so on.
Generating enthusiasm for other people is important, we can follow the wishes of the people, as a streaming media berfikirnya with positive expression. Who would not want to talk to someone who was always full of complaints, slander, verbal abuse and said that could make the red ear. But what if we do not know how to say things that can please others, is silent and hear what he says with great concern. This is praise that can provide people.

Labels